Cintapuccino

By admin

Kemaren, setelah belajar sedikit tentang PLC (Thanks to Opik) dan kuliah Managemen Inovasi (yang pesertanya lebih dari 400 orang), gw ke Ciwalk (Cihampelas Walk) setelah kurang lebih 4 bulan. Niatnya emang mau nonton Cintapuccino ini, jam 7.15 malem, bersama temen-temen gw. Berhubung ada yang puasa, jadi buka puasa dulu di J-CO. Beli selusin buat berempat (Harganya udah naek euy..huhu).

Cintapuccino, mengisahkan tentang seorang gadis yang bernama Rahmi. Hidupnya nyaris sempurna, bahkan sebentar lagi ia akan menikah dengan calon pasangan hidupnya, Raka. Tetapi, mendekati hari pernikahannya, tiba-tiba datang seorang yang menjadi obsesinya selama ini, Nimo. bukan, bukan ikan.. Rahmi dihadapi oleh dilema ini. Siapa yang harus ia pilih?

Film buatan Rudi Soedjarwo ini diangkat dari novel dengan judul yang sama yang dikarangan oleh Icha Rahmanti. Gw nggak baca novelnya. Komentar gw dari film ini, logat si Nimo terlalu aneh, karena lama tinggal di Brunei. Jadi beberapa katanya ada yang nggak bisa gw denger dengan jelas. Moga-moga bukan karena kuping gw yang salah. Beberapa adegan yang harusnya romantis pun jadi nggak dapet feel-nya. So, buat yang mau nonton, nggak usah berekspektasi terlalu banyak. Nikmatin aja filmnya, jangan terlalu banyak mikir.



categoriaNonton commentoNo Comments dataSeptember 17th, 2007

About...

This author published 49 posts in this site.

Share

FacebookTwitterEmailWindows LiveTechnoratiDeliciousDiggStumbleponMyspaceLikedin

Leave a comment